Label

Rabu, 23 Maret 2016

Biografi Nadiem Makarim — Pendiri GO-JEK Ojek Online


Nadiem Makarim dilahirkan pada tanggal 4 Juli 1984 di Singapura. Nadiem Makarim adalah pendiri sekaligus CEO GO-JEK. Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata GO-JEK sebuah perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi mobile. Dengan mengunduh aplikasi GO-JEK, hanya dengan smartphone kini masyarakat bisa menggunakan GO-JEK, bahkan untuk mengantarkan barang atau membeli makanan pun bisa.

Saat kecil, Nadiem Makarim disekolahkan di sekolah dasar di daerah Jakarta. Nadiem Makarim adalah lulusan  dari salah satu sekolah SMA di Singapura. Nadiem Makarim cukup cerdas, dan ia pun melanjutkan sekolah tinggi yaitu di Unitersitas International Relations di Brown, Amerika Serikat. Pendidikan Nadiem Makarim tidak berakhir sampai di situ saja. Ia pun pernah mengikuti program Foreign Exchange di London School of Economics. Setahun setelah lulus, Nadiem Makarim melanjutkan sekolah di Harvard Business School, Amerika Serikat. Lulus, dengan mendapat gelar MBA Master Business Of Administration.

Nadiem Makarim mulai mendapat banyak pengalaman saat bekerja di Mckinsey and Company sebuah konsultan ternama di Jakarta. Setelah bekerja 3 tahun di Mckinsey and Company, Nadiem Makarim keluar dan memutuskan untuk bekerja sebagai Co-Founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia. Tetapi Nadiem Makarim berpikir untuk mendirikan perusahaan sendiri. Setelah pindah-pindah bekerja, Nadiem Makarim ingin sekali membuat perusahaan sendiri. Akhirnya dengan bekal pengalaman yang ada, Nadiem Makarim mulai mendirikan GO-JEK.



Awal GO-JEK berdiri, GO-JEK masih belum menghampar luas, masyarakat juga masih belum banyak yang kenal. Bahkan anggota GO-JEK hanya 20 tukang ojek. Dan mulai 2011 Nadiem Makarim mendapat banyak tantangan. GO-JEK berdiri karena inspirasi Nadiem Makarim saat melihat tukang ojek yang menunggu pelanggan, bahkan banyak waktu yang terbuang untuk mendapatkan pelanggan, bahkan pelanggan itu belum tentu datang. Pada saat itu lah, ide Nadiem Makarim muncul untuk membuat jasa ojek online yang tujuannya untuk menghubungkan ojek dengan pelanggannya dengan lebih cepat dan mudah, serta membantu pelanggan untuk segera sampai ke tempat tujuan dengan cepat meskipun dalam keadaan macet. Tukang ojek harus lebih produktif dan rajin untuk bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak.

Nadiem Makarim mulai kewalahan saat GO-JEK mulai dikenal masyarakat. Awalnya GO-JEK hanya melayani lewat call center saja, tetapi setelah itu GO-JEK makin berkembang, bisa memesan secara online, pembayaran secara kredit, dan kini pelanggan dapat mengetahui keberadaan driver.

Pada awal pendaftaran, calon driver GO-JEK akan diberikan pelatihan. Bagaimana cara melayani para pelanggan, memberikan rasa aman saat berkendara, mematuhi lalu lintas dan berpakaian rapi juga safety. Tidak hanya itu, bagi kaum pemula, para driver juga diajari cara menggunakan aplikasi GO-JEK.

Sumber:  100%

Biografi Prof. Yohanes Surya, Ph.D. — Fisikawan Indonesia


Yohanes Surya lahir di Jakarta pada tanggal 6 November 1963. Beliau tercatat sebagai sebagai mahasiswa jurusan Fisika MIPA UI hingga 1986. Kemudian beliau mengajar di SMKN 1 Penabur Jakarta hingga 1988 dan selanjutnya menempuh program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat. Program masternya diselesaikan pada tahun 1990 dan program doktornya di tahun 1994 dengan predikat cum laude. Yohanes Surya melajutkan karirnya menjadi Consultant of Theoretical Physics di TJNAF/CEBAF (Continous Electron Beam Accelerator Facility) Virginia, Amerika Serikat.

Yohanes Surya sebenarnya bisa menetap dan menjadi warga negara Amerika Serikat pada waktu itu, namun beliau labih memilih pulang ke tanah air Indonesia dan mengembangkan ilmu yang dicintainya, fisika. 

Di tanah air Yohanes melatih dan memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Yohanes Surya menjadi pengajar dan peneliti pada program pasca sarjana UI untuk bidang fisika nuklir (tahun 1995 –1998).

Dari tahun 1993 hingga 2007 siswa-siswa binaannya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menyabet 54 medali emas, 33 medali perak dan 42 medali perunggu dalam berbagai kompetisi Sains/Fisika Internasional. Pada tahun 2006, seorang siswa binaannya meraih predikat Absolute Winner (Juara Dunia) dalam International Physics Olympiad (IphO) XXXVII di Singapura.

Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI)

Absolute Winner (Juara Dunia) dalam International Physics Olympiad (IphO) XXXVII di Singapura

Yohanes Suya adalah pencetus istilah MESTAKUNG dan tiga hukum Mestakung, serta pencetus pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan).


Kecintaan Yohanes terhadap Fisika dan Indonesia membuatnya mendirikan Surya Institute sebagai wadah untuk para guru dan pelajar yang ingin mendalami bidang fisika. 

Gedung Surya Institute

Beliau juga menjadi seorang penulis yang hebat. Ada 68 buku sudah ditulis untuk siswa SD sampai SMA. Selain menulis buku, ia juga menulis ratusan artikel Fisika di jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional, harian KOMPAS, TEMPO, Media Indonesia dan lain-lain. 



Hingga saat ini Prof. Yohanes Surya, Ph.D. telah mendedikasikan ilmu yang ia dapatkan sewaktu belajar kepada guru-guru, pelajar,mahasiswa,masyarakat umum, media dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian Timur. Inilah bentuk kecintaan sang Fisikawan, seorang Indonesia yang cinta terhadap Fisika dan Tanah Air.

Alamat web beliau: www.yohanessurya.com

Sumber: 100%

Biografi Yusril Ihza Mahendra — Pakar Hukum dan Tata Negara


Yusril Ihza Mahendra lahir pada tanggal 5 Februari 1956 di Lalang, Manggar, Belitung Timur. Yusril adalah orang asli Belitung, di daerahnya sesuai adat Minangkabau, beliau mendapat gelar sako (pusaka) yaitu Datuk Maharajo Palinduang

Yusril Ihza Mahendra adalah seorang pakar hukum dan tata negara di Indonesia. Ilmu pengetahuan yang beliau dapatkan berkat penempaan belajar sejak masih dini. Di bangku SMP sampai SMA, Yusril aktif dalam banyak kegiatan dan bahkan menjadi ketua OSIS. Pada tingkatan perkuliahan, Yusril mengambil jurusan Ilmu Filsafat Fakultas Sastra dan Hukum Tata Negara UI. Di bangku perkuliahan pula jiwa bersosial Yusril semakin jadi, beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UI dan bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI). 

Yusril Ihza Mahendra melanjutkan jenjang pendidikan S-2 ke University of the Punjab (India) untuk mengambil gelar masternya. Kemudian beliau melanjutkan lagi S-3 dalam bisang spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim di University Sains Malaysia dan berhasil mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik.

Yusril Ihza Mahendra dikenal sebagai pakar hukum dan tata negara. Ilmu yang beliau dapatkan didedikasikan untuk mengabdi kepada bangsa. Atara lain; Dosen di fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), kemudian dosen di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Departemen Kehakiman, serta Guru besar di Program Pascasarjana UI dan juga Fakultas Hukum UI. Beliau juga diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia dan mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Yusril Ihza Mahendra juga aktif di organisasi Internasional seperti di Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pasific bermarkas di Kuala Lumpur. Juga menjadi Vice President dan President Asian-African Legal Consultative Organization, bermarkas di New Delhi.Serta pernah menjadi wakil Indonesia untuk berpidato dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komisi Hak Asasi Manusia PBB (United Nations) di Jenewa. Dan juga ikut menyusun Konvensi PBB serta menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York.

Dalam bidang politik, Yusril Izha Mahendra pernah menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang sejak 1998 hingga 2005. Juga pernah menjadi pengurus Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).



Dalam pemerintahan, Yusril Ihza Mahendra pernah mengisi posisi menteri sebanyak tiga kali, yaitu Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (pada era Gus Dur), Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong (pada era Megawati), dan Menteri Sekretaris Negara (pada era SBY).

Yusril menikah dengan Kessy Sukaesih kemudian bercerai dan kemudian ia menikah lagi dengan seorang wanita keturunan Jepang bernama Rika Tolentino Kato, dari pernikahannya ia dikarunia empat orang anak bernama Yuri, Kenia, Meilan, dan Ali Reza.

Hinga saat ini, kiprah Yusril Ihza Mahendra semakin menanjak. Dan beliau menjadi sosok cendekiawan di Indonesia sebagai pakar hukum dan tata negara.

Biografi W.S. Rendra — Penyair dan Sastrawan Indonesia


Willibrordus Surendra Broto Rendra (W.S.Rendra) lahir di Solo, Jawa tengah pada tanggal 7 November 1935. W.S Rendra adalah seorang penyair dan sastrawan Indonesia. Beliau dijuluki "Si Burung Merak". Julukan ini beliau dapatkan saat jalan-jalan ke kebun binatang Gembiraloka Yogyakarta bersama sahabatnya dari Autralia dan melihat seekor burung Merak Jantan dan berkata "Itu Rendra!" kata orang Australia itu. "Dia orangnya suka pamer. Seperti burung merak jantan yang suka memamerkan bulu-bulu indahnya," cerita Edi Haryono, sahabat dekat Rendra yang menemaninya saat ke Gembiraloka. Dan begitulah W.S.Rendra dijuluki "Burung Merak" oleh teman-temannya di Jogja.



Ayah Rendra bernama R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan ibunya bernama Raden Ayu Catharina Ismadillah. Kedua orang tuanya adalah pelaku seni. Ayahnya adalah seorang pendrama, dan juga guru bahasa Jawa dan bahasa Indonesia di sekolah Katolik di Solo, ibunya adalah seorang penari Serimpi yang sering manggung untuk keraton Solo.

W.S.Rendra kecil tinggal dan bersekolah di Solo hingga tamat SMA di St.Yosef. Lulus SMA Rendra pindah ke Jakarta demi meniti karirnya, untuk berskolah di Akademi Luar Negeri namun sesampainya di Jakarta ternyata sekolah tersebut sudah tutup. Akhirnya Rendra putar haluan, beliau menuju Yogyakarta dan diterima di Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Di UGM inilah Rendra menunjukkan bakat seninya. Kemudian Rendra mendapatkan beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA) untuk mempelajari lebih jauh tentang dunia seni tari dan drama. Jadilah pada 1964 W.S.Rendra berangkat ke Amerika.

Bakat seni Rendra sudah muncul sejak masih kecil. Sewaktu SMP Rendra pernah menampilkan sebuah drama yang ia namakan "Kaki Palsu". Dan di SMA beliau juga menampilkan sebuah drama dengan judul "Orang-Orang di Tikungan Jalan" yang menjadi juara satu di Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta.

Pada 1952 puisi-puisi ciptaan Rendra mulai dimuat di sebuah majalah yang bernamamajalah Siasat. Sejak saat itu puisi-puisi Rendra kerap mewarnai kolom-kolom majalah. Antara lain yang paling terkenal dari puisi-puisi Rendra adalah adalah Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru. Selain itu puisi-puisi Rendra juga diterjemahkan dalam berbagai bahasa di antaranya bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Jepang dan bahasa India.

Majalah Siasat


W.S. Rendra menikah pada umur 24. Beliau menikah dengan Sunarti Suwandi yang kemudian memberinya lima orang anak yang bernama Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta.

Rendra-Sunarti beserta anak-anaknya


Pada 1967 Rendra mendirikan sebuah sekolah teater yang dinamakan "Bengkel Teater" di Jogja. Di Bengkel Teater ini Rendra menyukai salah seorang muridnya yaitu Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat yang merupakan seorang putri Keraton Yogyakarta. Rendra mendapat dukungan dari isteri pertamanya untuk mempersunting Sitoresmi, namun ada hal yang menghalangi yaitu perbedaan agama, Rendra Katolik, Sitoresmi Islam.

Isteri kedua, Raden Sitoresmi


Rendra-Sitoresmi dalam drama di Pantai Parangtritis Yogyakarta


WS Rendra pun akhirnya memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di hari pernikahannya dengan Sitoresmi pada tanggal 12 Agustsu 1970 dan dua rekannya yaitu Taufiq Ismail dan Rosidi sebagai saksinya. W.S. Rendra tertarik Islam sudah cukup lama yaitu ketika melakukan persiapan pementasan Kasidah Barzanji, beberapa bulan sebelum dirinya menikah dengan Jeng Sito. 

Dari pernikahannya dengan Sitoresmi, Rendra dikaruniai empat anak yaitu Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati.

Di samping kemualafan Rendra dan poligaminya banyak kritik dari berbagai kalangan tentang sosok W.S. Rendra kala itu. banyak orang menilai beliau adalah publik figur yang haus publisitas dan gemar popularitas.

Kontroversial Rendra memuncak pada tahun 1979 ketika beliau menceraikan kedua isterinya demi menikahi seorang perempuan bernama Ken Zuraida. Dan dikaruniai dua orang anak yaitu Isaias Sadewa dan Maryam Supraba.

Ken Zuraida-Rendra


W.S. Rendra meninggal di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun karena menderita jantung koroner. Jenazah WS Rendra kemudian dikebumikan di kompleks Bengkel Teater, Cipayung-Citayam, Depok selepas shalat jum’at.



Makamnya tak jauh dari makam Mbah Surip.

Sumber: 100%

Biografi W.R. Soepratman — Pencipta Lagu Indonesia Raya



Wage Rudolph Soepratman lahir di Jatinegara, Jakarta pada tanggal Senin, 9 Maret 1903. W.R. Soepratman adalah pencipta lagu Indonesia Raya. Beliau adalah tujuh bersaudara.

Pada tahun 1914, beliau ikut Roekijem salah satu saudarinya ke Makassar. Dan bersekolah di sana. 

Pada tahun 1923 yaitu ketika W.R. Soepratman telah menamatkan pendidikannya, ia lalu menjadi guru di Sekolah Angka 2. Kemudian bekerja di sebuah perusahaan dagang yang di Ujung Pandang. Beliau kemudian beralih profesi menjadi wartawan surat kabar Kaoem Moeda di Bandung yang kemudian berpindah ke surat kabar Sin Po di Jakarta. Dari profesinya inilah mulai timbul jiwa nasionalismenya.








W.R. Soepratman menulis sebuah buku berjudul "Perawan Desa" yang berisi ungkapan kekesalan terhadap penjajahan Belanda. Namun kemudian buku tersebut dilarang beredar oleh Belanda. Karirnya sebagai wartawan kemudian hari berhenti dan beliaupun pulang kembali ke rumah kakaknya, Roekitjem di Makassar.

Selama bersama kakaknya, W.R. Soepratman kerap kali memperhatikan kakaknya yang merupakan seorang pemain biola. Dari sinilah minatnya tumbuh akan musik. Bakatnya semakin terasah. Suatu hari, beliau membaca suatu majalah yang bernama majalah Timbul yang isinya menantang para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. 

Pada 1924 W.R. Soepratman menciptakan sebuah lagu yang nantinya menjadi lagu kebangsaan Indonesia yaitu "Indonesia Raya".

naskah asli Indonesia raya


Lagu Indonesia Raya diperdengarkan pertama kali secara instrumental dengan biola (tanpa syair) pada Kongres Pemuda II tahun 1928. Lantunan instrumental lagu Indonesia Raya memberikan semangat para tokoh pada saat itu untuk merebut kemerdekaan dari tangan Belanda.

W.R. Soepratman-pun dikejar oleh pihak Belanda. Hingga pada akhirnya jatuh sakit dan tertangkap. Beliau dipenjarakan di Kalisosok Surabaya. 

Akhirnya beliau mengehmbuskan napas terakhirnya pada tanggal 17 Agustus 1938. Dan dimakamkan di Makam Umum Kapasan, Jl. Kenjeran Surabaya.



W.R. Soepratman selama hidupnya tidak beristri dan tidak memiliki anak. Hidupnya diberikan untuk Indonesia. Lagu-lagu ciptaannya dibuat untuk menyemangati rakyat Indonesia untuk merdeka. Meskipun beliau tidak sempat merasakan kemerdekaan Indonesia namun jasa beliau terhadap terealisasinya kemerdekan bangsa sungguh besar. Lagu Indonesia Raya menjadi lagu kebangsaan Indonesia dan menjadi lagu yang mendarah daging di rakyat Indonesia.

Hari kelahiran W.R. Soepratman, 9 Maret, oleh Megawati saat menjadi presiden RI, diresmikan sebagai Hari Musik Nasional. Namun tanggal kelahiran ini sebenarnya masih diperdebatkan, karena ada pendapat yang menyatakan beliau dilahirkan pada tanggal 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pendapat ini – selain didukung keluarga beliau – dikuatkan keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007.

gambar W.R. Soepratman dalam mata uang lima puluh ribu rupiah


Sebelum meninggal, W.R. Soepratman sempat menulis sebuah surat 
“Nasipkoe soedah begini. Inilah yang di soekai oleh Pemerintah Hindia Belanda. Biar saja meninggal, Indonesia pasti merdeka”.


Sumber: 100% 

Biografi William Soeryadjaya — Pendiri PT Astra Internasional


William Soeryadjaya lahir di Majalengka, 23 Desember 1923. Beliau adalah pendiri PT Astra Internasional yang merupakan perusahaan besar di Indonesia. Om Williem adalah sapaanya.

William dilahirkan dengan nama Tjia Kian Liong, sebagai anak kedua dari enam bersaudara. Namun di antara saudara-saudaranya, ia adalah anak laki-laki yang pertama. Pada umur dua belas tahun kedua orangtuanya meninggal dunia di tahun yang sama yaitu 1934. Kemudian ia meneruskan bisnis ayahnya dalam jual beli hasil bumi seperti minyak kacang, beras, dan gula.

William mengenyam pendidikan di HCZS (Hollands Chinesche Zendings School) di Kadipaten, lalu melanjutkan pendidikannya ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau sekolah menengah pertama pada jaman Belanda di Cirebon. Ia bukanlah seorang anak yang cerdas, bahkan ia sempat tidak naik kelas.

William Soeryadjaya kemudian pindah ke Bandung dan menikah dengan Lily Anwar pada tanggal 15 Januari 1947. Dan dikaruniai empat orang anak: Edwin SoeryadjayaEdward SoeryadjayaJoyce SoeryadjayaJudith Soeryadjaya.

Om William dan istri, Lily Anwar


Belum sampai dua minggu William melanjutkan studinya ke Belanda bersama Sang istri. Kedua pasangan ini hidup dengan berjualan kacang dan rokok yang dikirim dari Bandung. Dalam kehidupan yang sangat sederhana, mereka masih dapat menyewa satu kamar di sebuah hotel di Amsterdam.

Bulan Februari 1949 keluarga ia beserta keluarga kembali ke Indonesia.

Pada tahun 1957, William bersama adiknya, Tjia Kian Tie, dan temannya, Lim Peng Hong, mendirikan PT Astra yang sekarang berkembang menjadi PT Astra Internasional. Pada masa awal berdirinya, Astra adalah perusahaan yang memasarkan minuman ringan bermerk Prem Club dan mengekspor hasil bumi. Pada 1968 Astra mulai merambah ke bidang otomotif. Pada akhir tahun 1992, jumlah perusahaannya sudah mencapai sekitar 300 buah, bergerak di berbagai sektor: otomotif, keuangan, perbankan, perhotelan dan properti.



Pada 1992-1993 Astra sempat jatuh ketika bisnis Edward Soerjadjaja, anak sulungnya, ambruk. William pun terpaksa melepaskan banyak sahamnya di PT Astra. Di tahun inilah ia mendapati titik terjatuh dalam karir bisnisnya. Namun mental juara William membuatnya bangkit. Bahkan Ia membeli 10 juta saham PT Mandiri Intifinance dan berinvestasi dalam pengembangan usaha petani kecil serta usaha-usaha kecil dan menengah.

Melonjaknya PT Astra tidak lepas dari peran pemerintah pada saat itu yang menggandeng perusahaan ini dalam pemasokkan alat transportasi, yang pada saat itu adalah trukChevrolet.



Dan seterusnya PT Astra adalah perusahaan perakit untuk alat besar, Komatsu, mobil Toyota, dan Daihatsu, sepeda motor Honda, dan mesin fotokopi Xerox.

PT Astra dikenal menjunjung tinggi Sumber Daya Manusia. Hal ini adalah cerminan dari pola pikir William Soeryadjaya yang lebih mementingkan kualitas manusia. Pada tahun 1970-an, banyak karyawannya yang dikirimnya ke Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang untuk belajar .Ia tidak membeda-bedakan karyawannya. Di Astra, banyak tenaga kerja pribumi yang dipekerjakannya, dari tingkat karyawan biasa hingga pimpinan. Ini merupakan wujud kecintaan dan kebanggaannya sebagai orang Indonesia.

Kisah William Soeryadjaya dituliskan dalam buku Man of Honor karya Teguh Sri Pambudi & Harmanto Edy Djatmiko 



William meninggal dunia pada tanggal 2 April 2010 pada umur 86 tahun.



William Soeryadjayapendiri PT Astra Internasional Inc (sejak tahun 1990, Tbk) adalah tokoh pebisnis Indonesia yang menunjukkan rasa nasionali, kepedualian terhadap sesama, dan mental juara yang tinggi.

Sumber: 100%