Label

Tampilkan postingan dengan label Detik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Detik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2016

Imbas Aksi Demo Sopir Taksi, Penumpang Tunggu Bus 1 Jam Lebih di Semanggi

Jakarta - 
Aksi demo dan mogok massal yang dilakukan para sopir angkutan umum berimbas pada jumlah kendaraan umum yang beroperasi. Hal ini dikeluhkan oleh para penumpang yang biasa menunggu bus di depan Plaza Semanggi, Jakarta Selatan.

"Sudah sejam lebih nunggu di sini" ujar Idris (36) yang sedang menunggu bus untuk pulang ke Bekasi, Selasa (22/3/2016).

Idris mengatakan bahwa saat pulang kerja di kawasan Senayan, dirinya sudah mendapat bus menuju Bekasi. Namun, saat sampai di Semanggi, bus yang ditumpanginya tidak melanjutkan perjalanan karena masih takut ada demo susulan.

Hal senada diungkapkan Winda (24) yang saat ditemui detikcom sudah menunggu bus jurusan UKI sekitar 30 menit, padahal biasanya hanya 10 menit.

"Karena saya berangkat pagi jadi demo tadi siang sih enggak terlalu terasa efeknya. Tapi kasian teman-teman yang masuk siang, pada kesiangan semua," ucap Winda di lokasi.

Hal serupa diamini pula oleh Arnold (27).  Menurutnya, imbas dari demo dan mogok masal tadi siang baru terasa saat pulang kerja. 

"Gara-gara demo tadi siang, angkutan umum jadi sepi. Tapi lumayan lah mengurangi kemacetan," ujarnya.

Dari keterangan ketiganya, mereka sepakat tidak tertarik untuk menggunakan moda transportasi lain dengan alasan ribet dan ongkos yang dikeluarkan lebih mahal. 

"Malas kalau naik bus lain harus nyambung-nyambung lagi. Kalau naik ojek, mahal," tutur Arnold. 
(dhn/dhn)
Sumber: Detik

Uber dan Grab Juga Saling Pepet

Jakarta - Perseteruan antara layanan ride sharing Uber dan Grab melawan taksi konvensional makin meruncing. Tapi sebenarnya, antara Uber dan Grab sendiri juga terjadi persaingan yang sangat sengit untuk memperebutkan konsumen di Indonesia.

Uber dan Grab memang mirip. Uber adalah pencetus layanan aplikasi online yang berbasis di Amerika Serikat dan beroperasi di berbagai negara. Sedangkan Grab mengekornya dan lebih fokus di kawasan Asia Tenggara.

Kalau Uber hanya fokus di layanan sewa mobil, maka Grab lebih agresif. Mereka juga menawarkan GrabBike, layanan ojek online yang di Indonesia bersaing sengit dengan Go-Jek.

Baik Grab maupun Uber memiliki investor besar di belakangnya. Uber saat ini adalah startup dengan nilai tertinggi di dunia, diestimasi USD 62,5 miliar. Investornya antara lain Google Ventures dan Baidu, mesin cari terbesar di China.

Sedangkan Grab tak kalah mentereng meski nilai startup ini jauh lebih kecil dibanding Uber, diperkirakan USD 1 miliar. Di belakangnya, antara lain ada raksasa telekomunikasi Temasek dan Softbank. Mereka telah mendapatkan investasi ratusan juta dolar untuk mengembangkan bisnisnya.

Di Indonesia, Grab dan Uber bersaing ketat di layanan taksi online. Khusus layanan Grabcar, diklaim Grab telah memilki lebih dari 50% market share di Indonesia pada akhir tahun lalu yang berarti melebihi Uber. Indonesia dengan jumlah penduduk besar dan ekonomi terus tumbuh, jadi pasar potensial bagi mereka.

Dan belum lama ini, Grab mendapat kabar baik dalam persaingannya dengan Uber. Perusahaan asal Malaysia ini bermitra dengan Lippo Group untuk menunjang bisnis e-commerce Lippo, MatahariMall. Grab akan menawarkan layanan transportasi dan kurirnya dalam fasilitas online-to-offline yang ditawarkan oleh MatahariMall. 

"Grab meraih aliansi baru dalam perangnya melawan Uber. Perusahaan itu, yang mengklaim jadi pemimpin di Asia Tenggara, mengumumkan kemitraan strategis dengan Lippo Group, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia," tulis TechCrunch, media teknologi terkemuka yang menyoroti perang Uber vs Grab. 

(fyk/ash) 

sumber: di sini